SELAMAT DATANG DI KOTA PALANGKA RAYA
SELAMAT DATANG DI KOTA PALANGKA RAYA. Gerbang utama menuju Kalimantan Tengah yang kaya akan keindahan alam dengan pemandangan hamparan hutan hujan tropis dan lahan gambut yang khas.
Secara geografis terletak dekat garis katulistiwa dan dikelilingi oleh tiga sungai besar yang menjadi pusat kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, petani dan pedagang. Selain itu di daerah Kota Palangka Raya juga merupakan rumah dari populasi Orang Utan terbesar di pulau Kalimantan.
Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah mencapai puncaknya pada 23 Mei 1957 menjadi Daerah Swatantra Tingkat I sebagai daerah otonom, sekaligus tanggal tersebut menjadi hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah.
Pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957 dengan diresmikannya Tugu / Monumen Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki luas wilayah 2.678,51 KM² atau 267.851 hektar yang sebagian besar topografi berupa tanah datar dan berpasir.
Curah hujan tahunan di wilayah Kota Palangka Raya selama 10 tahun terakhir rata-rata sebesar 2.290 mm. Kelembaban udara rata-rata tahunan sebesar 83,08%. Temperatur rata-rata adalah 26,88°C.
Berita
- AUDISI GITA BAHANA & LAGU POP DUET DAERAH TAHUN 2012
- Penyelamatan Orangutan Butuh Kerja Sama
- Potensi Pariwisata di Kamboja Tak Beda dengan Palangka Raya
- Adopsi Manajemen Pariwisata dari KambojaAdopsi Manajemen Pariwisata dari Kamboja
- Melihat Sandung Ngabe Soekah, Salah Satu Cagar Budaya Kalteng
- Usaha Disbudpar Kota dalam Melestarikan Tari Daerah
- PEMILIHAN PUTRA PUTRI PARIWISATA TINGKAT KOTA PALANGKA RAYA 2012
- Lomba Souvenir & Cinderamata Khas Dayak Tahun 2012
- Sebangau Sesungguhnya
AUDISI GITA BAHANA & LAGU POP DUET DAERAH TAHUN 2012
Ikuti dan gali potensi diri dengan memeriahkan Audisi Gita Bahana Tingkat Pemuda Pelajar dan Mahasiswa/Umum tahun 2012.
Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2012 dan 2 Mei 2012 mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB, bertempat di Gedung Olah Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya Jl. Tjilik Riwut KM 2,5 Palangka Raya.
Persyaratan Peserta
- Warga Negara Indonesia;
- Berstatus pelajar/mahasiswa yang berusia antara 15-22 th
- Suara Sopran, Alto, Tenor usia 15-22 th
- Suara Bass usia sampai dengan 22 th
- Peserta dapat membaca Notasi Balok/Angka;
- Belum pernah ikut serta dalam Gita Bahana Nusantara Tingkat Nasional sebelumnya;
- Melampirkan kartu identitas diri ( Fotocopy KTP atau Kartu Pelajar/Mahasiswa );
- Berbadan sehat dan tidak menggunakan obat-obat terlarang dan psikotropika;
- Mendapat persetujuan dari Orang Tua dan Sekolah / Perguruan Tinggi.
Materi:
AUDISI GITA BAHANA
Peserta membawakan salah satu lagu di bawah ini ;
- Selendang Sutera Cipt. Ismail Marzuki
- Pada Pahlawan Cipt. C. Simanjuntak
- Syukur Cipt. H. Mutahar
- Hymne Kemerdekaan Cipt. Ibu Sud
LOMBA LAGU POP DUET DAERAH
- Peserta adalah utusan sekolah atau PTS/PTN dan Pribadi Usia 17 – 22 Tahun.
- Vokalis dapat tampil duet Pria-Wanita dan diperkenankan membawa backing vocal.
-
Lagu diiringi alat musik tradisional dan dapat di kolaborasi dengan keyboard atau didukung penari latar tradisi.
- Judul lagu daerah dipilih sendiri oleh peserta. Syair lagu dan partitur diserahkan ke pada Panitia Lomba.
- Lagu yang dibawakan hanya satu buah lagu dengan durasi 5 menit.
- Alat Musik Pengiring Keyboard disiapkan Panitia atau oleh pengiring sendiri.
- Kostum adalah kostum daerah.
Sekretariat
Bidang Olah Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. Jalan Tjilik Riwut Km. 2,5 Palangka Raya Telp. (0536) 3239523 atau contak person:
- Noor Ipansyah 0812 50063673
- Nenglis Anom 0812 50959935
- Wenny RCA 0813 48433007
Hadiah dan Pembinaan
Pemenang Audisi Gita Bahana dan Lomba Lagu Pop Duet Daerah akan diberikan tropy, piagam dan uang pembinaan. Peserta terbaik akan dibina, dilatih, dan dipersiapkan mengikuti Audisi Gita Bahana Tingkat Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012.
KONSERVASI
Penyelamatan Orangutan Butuh Kerja Sama
Kompas, Selasa 28 Februari 2012
PALANGKARAYA, KOMPAS – Penyelamatan orangutan di alam liar butuh kerja sama para pemangku kepentingan. Pemerintah, dunia usaha, dan aktivis organisasi nonpemerintah perlu menyamakan strategi dan solusi yang menjadi kunci penting menyelamatkan satwa liar di kawasan hutan.
“Semua harus sepakat, pelepasliaran orangutan oleh BOS (Borneo Orangutan Survival) atau lembaga lain akan diselesaikan sampai tahun 2015. Kalau masalah pendanaan, saya akan di depan mengajak pengusaha menjadi sponsor,” ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan seusai melepasliarkan empat orangutan yang dirawat Yayasan Borneo Orangutan Survival secara simbolis di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (27/2).
Pemerintah hanya mengizinkan perawatan dan rehabilitasi orangutan yang diselamatkan dari kerusakan hutan hingga tahun 2015.
Pemerintah memang sudah menghentikan penerbitan izin baru di kawasan hutan primer dan kawasan gambut untuk mengerem deforestasi dan degradasi hutan. Namun, pembukaan hutan masih terjadi karena pertumbuhan penduduk ataupun ekspansi bisnis.
Pembukaan hutan untuk kepentingan bisniss yang tak terkendali membuat “rumah” sekitar 50.000 orangutan terancam. Sebanyak 30.000 orangutan diantaranya hidup di kawasan hutan Kalimantan Tengah. Sisanya di Kalimantan Timur, Aceh, dan Sumatera Utara.
Ketua Dewan Pembina Yayasan BOS Bungaran Saragih mangungkapkan, kendala mereka melepasliarkan orangutan adalah kesediaan lokasi yang memenuhi standar internasional. Bungaran mengapresiasi Menhut serta Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemhut Darori yang mencarikan lahan yang sesuai dan memenuhi syarat internasional tersebut.
Sedikitnya, 40 orangutan yang selama ini direhabilitasi di fasilitas BOS di Nyaru Menteng, Kalteng, siap dilepasliarkan. Bungaran mengatakan, program ini butuh dana besar untuk mengawasi orangutan yang dilepasliarkan selama dua tahun dan kebutuhan konservasi lain.
“Belakangan kami sadar, LSM tak bisa sendirian menyelamatkan keanekaragaman hayati. Kami tetap harus bekerja sama dengan pemerintah dan bisnis yang punya uang mendanai program konservasi ini,” ujar Bungaran.
Pembalakan
Secara terpisah, Kepala Polres Palangka Raya Ajun Komisaris Besar I Nyoman Artana mengungkap penangkapan rakit kayu hasil pembalakan liar di Sungai Rungan. Para pembalak membawa sedikitnya 70 meter kubik kayu meranti senilai Rp 100 juta berenang, saat polisi menangkap rakit. “Kami mengetahui nama yang diduga pemilik kayu,” kata Nyoman. (HAM/BAY)
Potensi Pariwisata di Kamboja Tak Beda dengan Palangka Raya
Mata Pencaharian Penduduk dan Kehidupan Sungai tak Jauh Beda
Kalteng Pos, Rabu 22 Februari 2012
Selain memenuhi undangan pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kamboja, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia M.Si memanfaatkan kunjungan itu untuk promosi budaya. Sekaligus menyerap ilmu cara mengelola pariwisata yang ada di Kamboja.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palangka Raya Trecy Anden menyebut sumber daya wisatanya tidak jauh berbeda dengan yang ada di daerah Palangka Raya. “Selain mengikuti kegiatan Apeksi yang ada di Kamboja itu, kita juga mendapat kesempatan melihat pengelolaan pariwisata yang ada. Karena potensi di Kamboja tak jauh beda dengan di Palangka Raya,” kata Trecy.
Ia menyebut di Kamboja kondisi serta kehidupannya hampir 90 persen mirip dengan apa yang ada di Kalimantan Tengah. Dai mata pencaharian serta sumber daya wisatanya hampir semuanya menggunakan sungai. Di sana ada pula wisata susur sungai yang mirip dengan yang ada di Palangka Raya.
“Perbedaannya, di Kamboja menggunakan kapal kecil yang sudah dimodifikasi sehingga terlihat lebih menarik,” jelas Trecy.
Ia menyebut, salah satu alasan kenapa Kamboja banyak dikunjungi turis asing maupun domestic, ternyata karena infrastruktur yang ada cukup menunjang. Begitu pula pengelolaan pariwisatanya.
Trecy juga mengatakan, sebenarnya dari segi ekonomi maupun budaya bisa dikatakan lebih tinggi Kota Palangka Raya. Masih banyak penduduk lokal di Kamboja yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tetapi karena lintas sektornya bekerjasama dengan baik, jadi wisata yang ada di daerah itu bisa menarik perhatian Negara lain. (son/viv)
Adopsi Manajemen Pariwisata dari Kamboja
Kalteng Pos, Selasa 21 Februari 2012
PALANGKA RAYA – Kurang lebih seminggu, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia M.Si berada di Negara Kamboja. Menurut Riban, kedatangannya ke Kamboja untuk mewakili Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia (APEKSI) wilayah Kalimantan.
“Dari kunjungan tersebut ada beberapa hal yang bisa diadopsi, salah satunya adalah manajemen pariwisata Kamboja yang lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Palangka Raya,” teranga Riban, yang mengaku baru tiba Sabtu (18/2) sore.
Ia menyebut, di Kamboja dirinya bertemu dengan perwakilan beberapa negara yang tergabung dalam kota se-Asia.
“Manajemen pariwisata di sana lebih tertata, sebenarnya Kota Palangka Raya lebih baik seperti adanya hutan kota dan juga potensi wisata lainnya.. Hanya saja, koneksitas dan pelayanan administrasi pariwisata di Palangka Raya dari pusat ke daerah tidak terkelola dengan baik,” kata Riban seraya menyebut acaranya dipusatkan di salah satu provinsi di negara Kamboja, yang termasuk salah satu kota maju dalam bidang pembangunan dan pariwisatanya.
Walikota mengatakan dalam pertemuan tersebut, peserta juga membahas persoalan-persoalan wilayah perkotaan. Masing-masing Negara juga menyampaikan program unggulan dan juga masalah yang sering dihadapi di wilayah perkotaan.
“Persoalannya hampir sama, yaitu masalah kebijakan [emerintah yang juga berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan di daerah,” ujarnya.
Menurut Riban rombongan juga dibawa ke suatu pemukiman penduduk masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai.
“Kita juga dibawa ke pantai untuk melihat ikan patin tauman persis di Palangka Raya. Setiap turis dibawa kesana hanya untuk melihat sisi kehidupan masyarakat di pinggiran tersebut,” pungkas Riban. (bud/viv)
Melihat Sandung Ngabe Soekah, Salah Satu Cagar Budaya Kalteng
Kian Terawat, Lokasi Dijadikan Tujuan Wisata
Kalteng Pos, Rabu 4 Januari 2012
Komitmen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palangka Raya untuk merawat Sandung Ngabe Soekah tampaknya cukup konsisten. Sandung yang dijadikan cagar budaya ini sudah lebih dari setahun tampak terawatt dan semakin indah.
Semenjak Disbudpar melakukan peremajaan terhadap Sandung Ngabe Soekah setahun lalu, wajah dari cagar budaya ini berubah total dan terlihat semakin rapi. Pagar-pagar yang mengelilingi sandung yang dulunya banyak hilang karena dicuri orang tidak bertanggung jawab, diperbaiki hingga tersusun rapi. Selain itu cat-cat dari pagar bangunan sandung yang tampak pudar sudah diperbaharui lagi.
Sandung Ngabe Soekah ini terletak di pertigaan Jalan Murjani dan Jalan Darmosugondo. Sandung dalam pengertian Suku Dayak adalah rumah kecil tempat menyimpan tulang orang yang sudah meninggal.
Setahun lalu, lokasi ini tak lebih dari sekedar tempat tua yang berada di tengah-tengah kota. Sampah-sampah seperti kardus dan kayu tampak berserakan di dalam bangunan sehingga member kesan bahwa cagar budaya ini kurang terawat. Selain itu padaa sore hari, kawasan ini juga dijadikan tempat sepak bola bagi anak-anak. Sepertinya orang-orang dengan mudah untuk melakukan kegiatan apa saja di lokasi ini tanpa mengetahui bahwa sandung sebenarnya adalah tempat keramat.
Muler Niu Senas (73) cucu dati Ngabe Soekah yang tinggal di dekat lokasi tepatnya di Jalan Dr Murjani nomor 2 menyatakan bahwa pihak keluarga sangat senang dan puas terhadap Disbudpar yang telah membantu dalam merawat sandung leluhur mereka ini. Bahkan Muler mangatakan bahwa Disbudpar merawat sandung dengan sangat konsisten sehingga dari waktu ke waktu area sandung semakin terlihat bagus.
“Kami pihak keluarga tentunya sangat berterima kasih terhadap Disbudpar karena telah bertanggung jawab untuk menjaga sandung leluhur kami yang perawatannya telah kami serahkan kepada Disbudpar. Bahkan untuk menjaga sandung, dinas juga memberikan insentif sehingga mereka juga mempunyai penghasilan sampingan,” ungkap Muler saat dibincangi Kalteng Pos Rabu (28/12) lalu.
Namun sekarang areal sandung tidak dibuka bebas seperti dulu. Area ini dikunci dan hanya pada saat-saat tertentu saja oleh penjaganya. Hal ini dilakukan pihak pengurus agar lokasi sanding semakin terawatt.
Ngabe Soekah menurut cerita merupakan anak dari Bayuh dan Kambang yakni pendiri Kampung Pahandut. Ngabe Soekah kemudian tumbuh menjadi orang kuat yang berpengaruh serta di bawah kepemimpinannya, Kampung Pahandut atau yang sekarang adalah Kecamatan Pahandut berkembang pesat dari perkonomian serta pemerintahannya sehingga pada tahun 1957 panitia pembentuk provinsi Kalimantan Tengah yang diketuai oleh Mahir Mahar memilih Kampung Pahandut sebagai lokasi untuk dijadikan ibukota provinsi (nik/viv)
Usaha Disbudpar Kota dalam Melestarikan Tari Daerah
Libatkan Penari Daerah Promosi Budaya Dayak
Kalteng Pos, Kamis 9 Februari 2012
Selain memperkenalkan objek wisata kepada masyarakat luar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya (Disbudpar), tengah mengenalkan kesenian daerah berupa tarian. Tentu saja dibutuhkan peran generasi muda dalam mengembangkan budaya Dayak di Bumi Tambun Bungai ini. Berikut tulisannya!
Cukup banyak seniman tari Dayak di Kota Palangka Raya ini. Beberapa diantaranya, Cendana Putera, Saersua Jimmy O, Andin SN, Benny tundan dan lain-lain. Mereka tegabung dalam sanggar Komunitas Tarantang Petak Balanga. Seniman tari tentu saja adalah mereka yang sudah profesional dalam bidangnya. Bagaimana dengan minat para pecinta tari di Kota Palangka Raya ini? Apakah modernisasi telah mengikis kecintaan generasi muda terhadap budaya daerahnya.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya (Disbudpar), Heri Agus Nakalelo mengatakan, kalau cukup banyak generasi muda yang menyukai seni tari. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah sanggar tari Dayak di Kota Palangka Raya yang kini jumlahnya 30 buah.
Namun, menurut pantaian Heri, antusiasme mereka yang mengikuti kegiatan paling banyak di Sanggar komunitas Tarantang Petak Balanga di Komplek Kaharingan Jalan Tambun Bungai. Sanggar tersebut merupakan gabungan dari semua sanggar-sanggar yang ada di Palangka Raya.
“Kami memberikan kesempatan kepada generasi muda yang ingin ikut mengembangkan seni tarian tradisional Dayak Ngaju, untuk bisa tampil dalam setiap kegiatan khususnya penyambutan tamu, dan berbagai acara peresmian. Jika memungkinkan, para penari terbaik akan kami ikutkan dalam even yang diadakan di luar Kalimantan Tengah. Bahkan juga di luar negeri,” ungkap Heri kepada Kalteng Pos, Rabu (8/2) kemarin.
Rini Pangamiani, salah satu penari Dayak mengatakan, antusiasme anak muda untuk belajar tari memang sudah mulai perlahan menurun. Keadaan ini sebagai pengaruh modernisasi. Kebanyakan anak muda lebih menyukai hal-hal yang bersifat modern seperti tari kreasi, dance dan lain-lain.
“Aku rasa tari Dayak itu keren, karena itu buat aku adalah fashion. Kita generasi muda jangan sampai tidak tahu budaya sendiri. Bila perlu kita ikut dan belajar. Jangan sampai budaya ini hilang dan terkikis zaman, gara-gara pemuda Dayak sendiri kurang memperhatikannya dan tidak mau melestarikannya,” pungkasnya kemarin. (nik)
![]()
PETUNJUK TEKNIS
PEMILIHAN PUTRA PUTRI PARIWISATA KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN 2012
MAKSUD DAN TUJUAN
MAKSUD :
- Menggali minat dan bakat para generasi muda yang akan mengemban tugas sebagai ujung tombak promosi wisata dan budaya Kota Palangka Raya.
- Sebagai ajang seleksi untuk mendapatkan pasangan duta wisata yang berkompeten.
- Mempersiapkan Putra Putri Pariwisata Terpilih untuk mewakili Kota Palangka Raya pada pemilihan serupa di Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengikuti ajang-ajang pemilihan lain dengan tingkatan yang lebih tinggi.
TUJUAN :
- Memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata dan seni budaya Kota Palangka Raya kepada khayalak ramai.
- Menyemarakkan dan mengangkat citra kepariwisataan Kota Palangka Raya.
SYARAT DAN KRITERIA PESERTA :
- Peserta adalah remaja putra / putri yang berdomisili di Kota Palangka Raya.
- Peserta belum pernah menjadi juara dalam Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kota Palangka Raya tahun sebelumnya.
- Usia peserta minimal 17 tahun dan maksimal 23 tahun.
- Belum menikah.
- Tinggi badan peserta putra min 167 cm dan tinggi badan peserta putri 162 cm.
- Menyerahkan foto, yang terdiri dari : Pas Photo ukuran 3x4 (2lembar), Foto Close Up ukuran 4R (1 lembar), Foto Tampak Samping ukuran 4R (1 lembar) dan Foto Seluruh Badan ukuran 4R (1 lembar).
- Peserta wajib memiliki wawasan mengenai gambaran umum dan potensi wisata dan budaya Kota Palangka Raya.
- Peserta wajib mempersiapkan busana adat khas Kalimantan Tengah dan busana berbahan dari benang bintik serta narasi tentang makna dan arti busana yang dikenakan.
- Menguasai salah satu bentuk kesenian daerah.
WAKTU DAN PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka pada tanggal 01 Februari sampai dengan 25 April 2012 pada setiap jam kerja. Dengan alamat di Sekretariat Pendaftaran Pemilihan Putra Putri Pariwisata / Bidang Pariwisata / Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya / Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Telp. (0536) 3239523. Contact Persons : Yossy Indra hardyanto (081555632985) / Rinda Handriani (082125264186)
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 30 April sampai dengan 05 Mei 2012. Bertempat di Gedung Olah Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya Jl. Tjilik Riwut Km. 2,5 Palangka Raya.
KATEGORI JUARA
- Putra / Putri Pariwisata Kota Palangka Raya Tahun 2012
- Runner Up I Putra / Putri Pariwisata Kota Palangka Raya 2012
- Runner Up II Putra / Putri Pariwisata Kota Palangka Raya 2012
- Putra / Putri Pariwisata Intelegensia Kota Palangka Raya 2012
- Putra / Putri Pariwisata Berbakat Kota Palangka Raya 2012
- Putra / Putri Pariwisata Persahabatan Kota Palangka Raya 2012
- Putra / Putri Pariwisata Favorite Kota Palangka Raya 2012
Dalam rangka HUT Kota Palangka Raya ke – 35 Tahun 2012, Pemerintah Kota Palangka Raya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menyelenggarakan Lomba Souvenir dan Cinderamata Khas Dayak Tahun 2012, yang dimulai bulan Mei Sampai dengan 15 Juli 2012

Jangan lewatkan kesempatan ini, dapatkan hadiah jutaan rupiah berupa uang pembinaan, Juara I akan diikutsertakan pada perjalanan keluar kota.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia Lomba Souvenir dan Cinderamata Khas Dayak
Contact Person :
Mesta Sihotang : 0816 282937
Endri Sukah : 0812 50737977
Nenden Dianawati : 0815 921 6644

Dalam dua hari yang terasa sangat singkat, Sabangau sudah menjadi bagian dari simpanan memori tempat-tempat eksotik yang pernah saya kunjungi. Eksotik karena orang-orang yang berada di sekitarnya dan eksotik karena suasana dan nuansa estetisnya. Berawal dari perjumpaan dengan 20 orang pemuda dan 1 orang pemudi, berusia kurang dari 35 tahun dan berprofesi sebagai motoris, nelayan dan penunjuk jalan saya mendapatkan sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bisa mengenal dan mendengar ide serta keluh kesah mereka. Sebut saja Iwan, warga asli Kelurahan Kereng Bangkirai yang pada awalnya hanya saya sangka sebagai motoris perahu motor ternyata adalah seorang penunjuk jalan dan anggota tim survey orang-orang asing. Ujarnya, "Mas, saya sudah mengantar orang-orang asing kira-kira lebih dari 200 kali". Hal ini sungguh membuat saya tertegun, meskipun Bahasa Inggrisnya di bawah rata-rata akan tetapi pengucapannya sempurna. Dalam forum hari pertama, dapat disimpulkan bahwa Iwan dan rekan-rekan sejawatnya tidak ingin menjadi penonton dari proses berkembangnya perekonomian masyarakat yang sangat mungkin untuk meledak dalam waktu dekat di Kawasan Taman Nasional Sabangau.
Todays Poll
Wisata Paling Menarik di Palangka Raya
Hotel Berbintang
- Swiss-Belhotel Danum
- Aquarius Boutique Hotel
- Amaris Hotel
Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya
Swiss-Belhotel Danum merupakan satu-satunya hotel bintang 4 bertaraf internasional di Kota Palangkaraya yang menonjolkan Seni Budaya Dayak, dengan menampilkan ornamen khas serta penamaan fasilitas hotel menggunakan berbagai tempat terkenal di Palangka Raya. Nuansa resort yang kental dilengkapi ballroom hotel terbesar memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu.
|
Nama Hotel |
Swiss-Belhotel Danum |
|
Alamat |
Jl. Tjilik Riwut Km 5 No. 9 |
|
Telepon |
0536 323-2777 / fax: 0536 323-1288 |
|
Kamar |
|
|
Fasilitas Lainnya |
Business Center, Wi-fi internet access, Swiss-Cafe, Tahai Lounge & Bar, 11 Meeting Rooms termasuk Ballroom, Fitness Center, Spa, Swimming Pool, Whirlpool, Room Service |
|
Website |
HOTEL AQUARIUS
Hotel Aquarius merupakan salah satu hotel bintang 4 yang ada di Kota Palangka Raya, tepatnya di Jl. Imam Bonjol no.5. Hotel ini terletak di pusat kota sehingga mudah untuk mencapai berbagai objek wisata di Kota Palangka Raya.
|
Nama Hotel |
Aquarius Boutique Hotel |
|
Alamat |
Jl. Imam Bonjol no. 5 Palangka Raya 73111 |
|
Telepon |
0536 – 3242121 / Fax 0536 - 3242122 |
|
Kamar |
|
|
Fasilitas Lainnya |
Café, karoke, music hall, lounge, meeting room, club, business center, swimming pool, gym, sauna, steam bath, health spa, laundry, rental car |
|
Website |
Hotel Amaris Santika merupakan hotel bintang 2 yang terletak di Jl. S. Parman. Wisatawan yang menginap di hotel ini dapat langsung menikmati keindahan pemandangan Sungai Kahayan. Hotel ini terletak di pusat Kota Palangka Raya dengan disain bangunan yang minimalis.
|
Nama Hotel |
Amaris Hotel |
|
Alamat |
Jl. S. Parman, no. 60A – Palangka Raya |
|
Telepon |
0536 – 3223888 |
|
Kamar |
63 rooms |
|
Fasilitas Lainnya |
Meeting room, business center, restaurant, wi-fi |
Get the Flash Player to see this player.
Visitors Counter






![]() | Pengunjung Hari Ini | 186 |
![]() | Pengunjung Hari Kemarin | 169 |
![]() | Pengujung Minggu Ini | 1201 |
![]() | Pengunjung Bulan Ini | 3046 |
![]() | Total Pengunjung | 19996 |







